Selasa, 20 Juni 2017

SENI UNTUK HARMONI

SENI UNTUK HARMONI
Oleh :
Ilma Darajah
Keragaman merupakan realitas sosial yang harus di terima,karena merupakan sesuatu yang melekat pada kehidupan kita sehari-hari, perbedaan-perbedaan selalu hadir dalam setiap aktifitas dan  pemikiran kita,dalam berinteraksi dengan dunia luar,pasti akan kita temui kelompok-kelompok dengan paham-paham dan ideologi yang berbeda,begitu juga setiap individunya yang juga memiliki sifat yang berbeda yang tidak akan sama antara satu dengan lainnya.
Lalu bagaimanakah kita menjalaninya? Dengan segala perbedaan-perbedaan itu? Yaitu dengan menanamkan sikap toleransi dalam jiwa kita. Toleransi di sini adalah sikap lapang dada, menghargai, dan memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk berekspresi, asal tidak melanggar norma sosial yang berlaku. Bahkan kemajemukan dapat memunculkan keindahan , karena setiap keragaman memiliki warna tersendiri yang berbeda antara satu dengan yang lain, dengan begitu, keragaman menimbulkan banyak warna berbeda yang mewarnai kehidupan ini sehingga tercipta Harmoni atau keselarasan.
Seni merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan keindahan di dalam keberagaman atau kemajemukan itu sendiri,banyak sekali pengertian dari seni,namun mengutip dari Ensiklopedi Indonesia, ”Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreativitas manusia. Seni juga dapat diartikan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan.”(Wikipedia,2016 ,https://id.wikipedia.org/wiki/Seni, 6 Oktober 2016,) yang dapat disimpulkan, seni sebagai wujud ekspresi dan kreatifitasan manusia. Dan kata Budaya berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal yang diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Jadi  dapat kita devinisikan bahwa budaya adalah tata cara hidup manusia yang dilakukan secara kelompok atau masyarakat, dan di wariskan turun-temurun dari generasi ke generasi.Dan  semua di rangkum menjadi satu yaitu keragaman seni budaya yang ber-Bhineka Tunggal Ika , dengan menunjukkan adat ketimuran dan berasaskan Pancasila.
Di dalam dunia seni sendiri secara umum terbagi menjadi empat cabang seni, yaitu: Seni Rupa,Seni Musik,Seni Tari,Seni Teater atau Drama, masing-masing merupakan wujud dari ekspresi dan kekreatifitasan manusia yang dihadirkan di dalam media dan peranan yang berbeda. Bahkan dalam satu cabang seni,contohnya seni rupa,seni rupa sendiri memiliki cabang lagi,seperti seni lukis,seni patung,seni ukir,dll.begitupun cabang seni lainnya, Yang menunjukkan kemajemukan dalam dunia Seni,namun meskipun berbeda-beda, tidak menimbulkan perpecahan dalam dunia seni, justru menjadi warna dalam seni,masing-masing  mempunyai kekurangan dan kelebihan dalam mengkomunikasikan keindahannya,seni rupa,dan seni tari hanya dapat di tangkap oleh indra penglihatan saja,tanpa dapat di tangkap indra pendengaran, seni musik dapat di tangkap oleh indra pendengaran,namun tidak dengan penglihatan, seni drama memang dapat di tangkap dari penglihatan dan pendengaran melalui gerak,dan suara lisannya, namun harus juga di lengkapi dengan  tampilan latar belakang ,peralatan, perlengkapan, kostum dan make up yang di hasilkan dari seni rupa,musik sebagai penghias,dan pengiring adegan yang di hasilkan dari seni musik, lalu iringan tarian dari seni tari, yang kesemuanya itu di tambahkan untuk mendukung tampilan dari seni drama, yang jika ada salah satu di kurangkan maka hasilnya tidak akan maksimal., seperti halnya seni Tari yang membutuhkan efek visual dari seni rupa,dan iringan musik dari seni musik ,seni rupa dan musik memang dapat di rasakan tanpa tambahan seni yang lain, namun jika di kombinasikan maka akan terasa lebih sempurna, contohnya film animasi yang di hasilkan dari cabang seni rupa dan musik, meskipun berbeda mereka saling mengisi, dengan keindahannya masing-masing, saling berkombinasi sehingga menambah sensasi dalam menikmati karya seni.
Lalu kebudayaan, setiap kebudayaan selalu menghasilkan karya seni, Indonesia memiliki banyak sekali warisan kebudayaaan, Keanekaragaman budaya Indonesia harus tetap dipertahankan dan terus dilestarikan, dari Sabang sampai Merauke,karena aset seni dan kebudayaan tidak ternilai harganya. Keanekaragaman budaya di Indonesia di sebabkan oleh faktor geografis,agama atau kepercayaan, mobilisasi,iklim,tradisi turun-temurun, dan pengaruh dari luar,
Faktor geografis: tempat tinggalnya seseorang, mempengaruhi suatu kebudayaan yang mereka jalani, Agama atau Kepercayaan : kepercayaan juga mempengaruhi kebudayaan. Misalnya di daerah Medan banyak yang menganut agama kristen. sedangkan Bali kebanyakan menganut agama Hindu, di Ritual-ritual dan upacara agamanya pun jadi berbeda, dan hal ini karena dipengaruhi oleh perbedaan kepercayaan.,Mobilisasi : mobilisasi atau perpindahan penduduk dapat menciptakan budaya baru. Misalnya ada orang Jawa yang tinggal di Palembang. Sehingga apa yang ada disuku Jawa orang tersebut di gabungkan dengan apa yang ada di Palembang, sehingga terbentuk budaya baru (terjadi akulturasi). Pengaruh dari luar: budaya luar yang mempengaruhi Indonesia,misalnya di Indonesia bagian barat banyak yang menganut agama islam karena terpengaruh Turki Indonesia sedangkan bagian timur banyak yang menganut agama kristen,karena terpengaruh Portugis,dll., Iklim : iklim juga mempengaruhi kebudayaan yang dijalani oleh masyarakat. Hawa dan suhu lingkungan  dapat menentukan apa yang kita lakukan,seperti gaya berbusananya,jika daerah tersebut daerah yan panas,maka kebiasaan berpakaiannya cenderung minim dan tipis,sedangkan jika dingin, maka pakaiannya cenderung tebal, Tradisi nenek moyang : turunan dari nenek moyang  atau tradisi yang diturunkan kepada setiap anggota keluarganya. Misalnya bahasa Jawa yang berbeda, walaupun namanya itu sama-sama bahasa Jawa. Hal ini dikarenakan keturunan dari nenek moyang kita yang terdahulu. Mereka berkomunikasi dengan menggunakan bahasa-bahasa tersebut sehingga dari generasi ke generasi bahasa yang digunakan berbeda.
kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia contohnya adalah, Ritual Tiwah, Kalimantan Tengah ,Ritual ini dipercaya dan dilaksanakan oleh masyarakat suku Dayak di Kalimantan Tengah, khususnya suku Dayak yang menganut kepercayaan Kaharinan. Tradisi ini merupakan ritual yang bertujuan untuk mengantarkan roh leluhur ke alam baka dengan cara menyucikan lalu memindahkan sisa jasad mereka dari liang kubur ke sebuah tempat yang dikenal dengan sebutan sandung.,Kebo-Keboan , Banyuwangi,Tradisi yang rutin diadakan sekali dalam satu tahun (tepatnya pada tanggal 10 Suro) ini diadakan di Desa Alasmalang, Singojurun, Banyuwangi. Ritual ini merupakan gabungan antara upacara untuk meminta hujan saat musim kemarau atau sebagai ungkapan syukur ketika panen mereka berhasil.,Mapasilaga Tedong, Toraja,yang berarti Adu Kerbau. Kerbau yang diadu merupakan Kerbau Bule atau Kerbau Lumpur. Kedua kerbau ini akan beradu kekuatan menggunakan tanduk untuk menjatuhkan lawannya. Tradisi ini dilaksanakan dalam rangka pemakaman leluhur masyarakat Tana Toraja, Sulawesi Selatan., selanjutnya Pasola-Sumba, Dugderan-Semarang, Tabuik-Pariaman, Makepung-Bali, Debus- Banten, Karapan Sapi- Madura, Kasada-Bromo, dll.

Harmonisasi atau keselarasan dapat di wujudkan dengan sikap terbuka, saling menerima,satu sama lain, dengan sikap terbuka,tanpa adanya Diskriminasi dan dominasi pada ragam tertentu maka akan tercipta keseimbangan yang menghadirkan kelarasan, sehingga dapat tercipta keindahan yang bisa kita rasakan bersama,yang salah satunya bisa terwujud di dalam dunia seni.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar