SENI UNTUK HARMONI
Oleh :
Ilma Darajah
Keragaman merupakan realitas sosial yang harus di
terima,karena merupakan sesuatu yang melekat pada kehidupan kita sehari-hari,
perbedaan-perbedaan selalu hadir dalam setiap aktifitas dan pemikiran kita,dalam berinteraksi dengan
dunia luar,pasti akan kita temui kelompok-kelompok dengan paham-paham dan
ideologi yang berbeda,begitu juga setiap individunya yang juga memiliki sifat
yang berbeda yang tidak akan sama antara satu dengan lainnya.
Lalu bagaimanakah kita menjalaninya?
Dengan segala perbedaan-perbedaan itu? Yaitu dengan menanamkan sikap toleransi
dalam jiwa kita. Toleransi di sini adalah sikap lapang dada, menghargai, dan
memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk berekspresi, asal tidak
melanggar norma sosial yang berlaku. Bahkan kemajemukan dapat memunculkan
keindahan , karena setiap keragaman memiliki warna tersendiri yang berbeda
antara satu dengan yang lain, dengan begitu, keragaman menimbulkan banyak warna
berbeda yang mewarnai kehidupan ini sehingga tercipta Harmoni atau keselarasan.
Seni merupakan salah satu cara untuk
mengungkapkan keindahan di dalam keberagaman atau kemajemukan itu
sendiri,banyak sekali pengertian dari seni,namun mengutip dari Ensiklopedi
Indonesia, ”Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu
merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari
ekspresi dari kreativitas manusia. Seni juga dapat diartikan dengan sesuatu
yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan.”(Wikipedia,2016
,https://id.wikipedia.org/wiki/Seni, 6 Oktober 2016,) yang dapat disimpulkan,
seni sebagai wujud ekspresi dan kreatifitasan manusia. Dan kata Budaya berasal
dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi
(budi atau akal yang diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan
akal manusia. Jadi dapat kita
devinisikan bahwa budaya adalah tata cara hidup manusia yang dilakukan secara
kelompok atau masyarakat, dan di wariskan turun-temurun dari generasi ke
generasi.Dan semua di rangkum menjadi
satu yaitu keragaman seni budaya yang ber-Bhineka Tunggal Ika , dengan
menunjukkan adat ketimuran dan berasaskan Pancasila.
Di dalam dunia seni sendiri secara
umum terbagi menjadi empat cabang seni, yaitu: Seni Rupa,Seni Musik,Seni
Tari,Seni Teater atau Drama, masing-masing merupakan wujud dari ekspresi dan
kekreatifitasan manusia yang dihadirkan di dalam media dan peranan yang
berbeda. Bahkan dalam satu cabang seni,contohnya seni rupa,seni rupa sendiri
memiliki cabang lagi,seperti seni lukis,seni patung,seni ukir,dll.begitupun cabang
seni lainnya, Yang menunjukkan kemajemukan dalam dunia Seni,namun meskipun
berbeda-beda, tidak menimbulkan perpecahan dalam dunia seni, justru menjadi
warna dalam seni,masing-masing mempunyai
kekurangan dan kelebihan dalam mengkomunikasikan keindahannya,seni rupa,dan
seni tari hanya dapat di tangkap oleh indra penglihatan saja,tanpa dapat di
tangkap indra pendengaran, seni musik dapat di tangkap oleh indra
pendengaran,namun tidak dengan penglihatan, seni drama memang dapat di tangkap
dari penglihatan dan pendengaran melalui gerak,dan suara lisannya, namun harus
juga di lengkapi dengan tampilan latar
belakang ,peralatan, perlengkapan, kostum dan make up yang di hasilkan dari seni rupa,musik sebagai penghias,dan
pengiring adegan yang di hasilkan dari seni musik, lalu iringan tarian dari
seni tari, yang kesemuanya itu di tambahkan untuk mendukung tampilan dari seni
drama, yang jika ada salah satu di kurangkan maka hasilnya tidak akan maksimal.,
seperti halnya seni Tari yang membutuhkan efek visual dari seni rupa,dan
iringan musik dari seni musik ,seni rupa dan musik memang dapat di rasakan
tanpa tambahan seni yang lain, namun jika di kombinasikan maka akan terasa
lebih sempurna, contohnya film animasi yang di hasilkan dari cabang seni rupa
dan musik, meskipun berbeda mereka saling mengisi, dengan keindahannya
masing-masing, saling berkombinasi sehingga menambah sensasi dalam menikmati
karya seni.
Lalu kebudayaan, setiap kebudayaan
selalu menghasilkan karya seni, Indonesia memiliki banyak sekali warisan
kebudayaaan, Keanekaragaman budaya Indonesia harus tetap dipertahankan dan
terus dilestarikan, dari Sabang sampai Merauke,karena aset seni dan kebudayaan
tidak ternilai harganya. Keanekaragaman budaya di Indonesia di sebabkan oleh faktor
geografis,agama atau kepercayaan, mobilisasi,iklim,tradisi turun-temurun, dan
pengaruh dari luar,
Faktor geografis: tempat tinggalnya
seseorang, mempengaruhi suatu kebudayaan yang mereka jalani, Agama atau Kepercayaan
: kepercayaan juga mempengaruhi kebudayaan. Misalnya di daerah Medan banyak
yang menganut agama kristen. sedangkan Bali kebanyakan menganut agama Hindu, di
Ritual-ritual dan upacara agamanya pun jadi berbeda, dan hal ini karena
dipengaruhi oleh perbedaan kepercayaan.,Mobilisasi : mobilisasi atau
perpindahan penduduk dapat menciptakan budaya baru. Misalnya ada orang Jawa
yang tinggal di Palembang. Sehingga apa yang ada disuku Jawa orang tersebut di
gabungkan dengan apa yang ada di Palembang, sehingga terbentuk budaya baru
(terjadi akulturasi). Pengaruh dari luar: budaya luar yang mempengaruhi
Indonesia,misalnya di Indonesia bagian barat banyak yang menganut agama islam
karena terpengaruh Turki Indonesia sedangkan bagian timur banyak yang menganut agama
kristen,karena terpengaruh Portugis,dll., Iklim : iklim juga mempengaruhi
kebudayaan yang dijalani oleh masyarakat. Hawa dan suhu lingkungan dapat menentukan apa yang kita
lakukan,seperti gaya berbusananya,jika daerah tersebut daerah yan panas,maka kebiasaan
berpakaiannya cenderung minim dan tipis,sedangkan jika dingin, maka pakaiannya
cenderung tebal, Tradisi nenek moyang : turunan dari nenek moyang atau tradisi yang diturunkan kepada setiap
anggota keluarganya. Misalnya bahasa Jawa yang berbeda, walaupun namanya itu
sama-sama bahasa Jawa. Hal ini dikarenakan keturunan dari nenek moyang kita
yang terdahulu. Mereka berkomunikasi dengan menggunakan bahasa-bahasa tersebut
sehingga dari generasi ke generasi bahasa yang digunakan berbeda.
kebudayaan-kebudayaan yang ada di
Indonesia contohnya adalah, Ritual Tiwah, Kalimantan Tengah ,Ritual ini
dipercaya dan dilaksanakan oleh masyarakat suku Dayak di Kalimantan Tengah,
khususnya suku Dayak yang menganut kepercayaan Kaharinan. Tradisi ini merupakan
ritual yang bertujuan untuk mengantarkan roh leluhur ke alam baka dengan cara
menyucikan lalu memindahkan sisa jasad mereka dari liang kubur ke sebuah tempat
yang dikenal dengan sebutan sandung.,Kebo-Keboan , Banyuwangi,Tradisi yang
rutin diadakan sekali dalam satu tahun (tepatnya pada tanggal 10 Suro) ini
diadakan di Desa Alasmalang, Singojurun, Banyuwangi. Ritual ini merupakan
gabungan antara upacara untuk meminta hujan saat musim kemarau atau sebagai
ungkapan syukur ketika panen mereka berhasil.,Mapasilaga Tedong, Toraja,yang
berarti Adu Kerbau. Kerbau yang diadu merupakan Kerbau Bule atau Kerbau Lumpur.
Kedua kerbau ini akan beradu kekuatan menggunakan tanduk untuk menjatuhkan
lawannya. Tradisi ini dilaksanakan dalam rangka pemakaman leluhur masyarakat
Tana Toraja, Sulawesi Selatan., selanjutnya Pasola-Sumba, Dugderan-Semarang,
Tabuik-Pariaman, Makepung-Bali, Debus- Banten, Karapan Sapi- Madura,
Kasada-Bromo, dll.
Harmonisasi atau keselarasan dapat di
wujudkan dengan sikap terbuka, saling menerima,satu sama lain, dengan sikap
terbuka,tanpa adanya Diskriminasi dan dominasi pada ragam tertentu maka akan
tercipta keseimbangan yang menghadirkan kelarasan, sehingga dapat tercipta
keindahan yang bisa kita rasakan bersama,yang salah satunya bisa terwujud di
dalam dunia seni.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar